Ketua IDI Aceh Jaya dr Baihaqi (kiri) (foto: Ist)

CALANG- Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Aceh Jaya menanggapi dengan dingin terkait salah seorang anggotanya dr SR (35) yang diduga terlibat penggunaan narkoba jenis sabu, padahal seharusnya IDI juga harus mengambil bagian yang tegas dalam upaya pemberantasan narkoba yang telah begitu merusak masa depan generasi anak negri.

SR yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Lhok Kruet, Kecamatan Sampoi Niet, Aceh Jaya Rabu (10/02/2016) sekitar pukul 00.45 WIB dini hari digerebek warga di rumah dinasnya lantaran memasok wanita muda yang menurut pengakuannya adalah istrinya yang dinikahkan secara siri berinsial DM (21). Selain menemukan wanita warga juga menemukan tujuh paket sabu-sabu beserta alat isap yang diduga digunakan oleh pelaku.

“Pelaku SR telah diamankan ke Mapolres guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus sabu-sabu dan memasok wanita berinisial DM seorang mahasiswi, warga Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom,” kata Kapolsek Sampoi Niet Aceh Jaya Iptu Abdul Hamid kepada beberapa awak media (10/02/2016) di Calang.

Terkait persoalan tersebut, Bupati Aceh Jaya Ir Azhar Abdurrahman menegaskan tidak ada kompensasi dan negosiasi bagi PNS dijajaran pemerintahan yang ia pimpin jika terbukti terlibat dalam penggunaan dan peredaran narkoba.

“Apapun namanya, bentuknya,dan jenisnya, asalkan narkoba”, ucap Azhar kepada wartawan (10/02//2016) di Gampong Teupin Ara Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, saat menghadiri acara pembukaan Open Turnamen Sepak Bola Pang Toni Cup-I 2016 yang di selenggarakan di lapangan Persita gampong setempat.

Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia Aceh Jaya dr Baihaqi yang dimintai keterangan oleh wartawan di halaman depan tempat prakteknya, Gampong Padang Kleng Kecamatan Teunom Aceh Jaya mengatakan, dokter yang bersangkutan masuk dalam pembahasan IDI yang ia pimpin, namun demikian pihaknya menunggu proses dulu.

“Setelah itu nanti baru kita buat keputusan terhadapnya, setelah kami mengadakan rapat sesama anggota”, ucap Baihaqi yang terlihat begitu dingin.

Terkait sanksi apa yang akan diberikan IDI terhadap SR Baihaqi belum bisa memastikan, dirinya menjelaskan, kemungkinan sanksi tetap ada setelah proses hukum dan setelah ada keputusan dalam rapat sesama anggota IDI nantinya.

Menurut Baihaqi, tindakan dan kelakuan yang dilakukan SR itu merupakan kelakuan personal. “Itu personal, pribadi beliau, saya tidak bisa menyimpulkan lebih jauh, kita sama-sama menunggu prosesnya ya, saya pun masih baru, untuk kedepan saya berharap ini menjadi pengalaman bagi anggota IDI lainnya”, tutup Baihaqi

Pamplet praktek dr Baihaqi
Pamplet praktek dr Baihaqi

Comments

comments