Aparat kepolian melakukan pengamanan terhadap Panitera Pengadilan Negeri Calang saat menuju kelokasi tanah untuk membacakan putusan pengadilan terhadap tanah yang akan dieksekusi di Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Kamis (7/4).

* Petugas PN Mendapat Perlawanan*

CALANG – Pengadilan Negeri Calang, Aceh Jaya gagal mengeksekusi tanah keluarga Zarwani di Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee lantaran mendapat perlawanan dari warga yang mengklaim sebagai pemilik tanah, Kamis (7/4). Tim dari Pengadilan Negeri Calang dibantu petugas TNI/Polri urung mengeksekusi karena Zarwani beserta keluarganya bersikeras tetap mempertahankan tanahnya.

Pihak keluarga Zarwani sejak pagi sudah menunggu kedatangan tim eksekusi. Mereka membakar ban bekas di pinggir jalan nasional dan memagar lokasi tanah dengan membentangkan ban bekas dan kursi. Panitera yang berupaya membacakan hasil putusan Pengadilan Negeri Calang saat itu tampak mendapat makian dari pihak keluarga tergugat, bahkan sempat dikejar. Namun pihak Panitera mendapat pengamanan ketat aparat.

Aksi ini sempat memicu ketegangan antara keluarga Zarwani selaku tergugat dengan petugas dari Pengadilan Negeri. Akhirnya pihak pengadilan yang dikawal ketat aparat mundur, dan proses eksekusi gagal dilakukan pihak tergugat yang berjumlah banyak melarang petugas pengadilan masuk dan menyentuh bangunan di atas tanah tersebut.

Zarwani, anak dari almarhum Razali selaku pihak tergugat mengatakan tetap akan mempertahankan tanah orang tuanya meski dalam kasus tersebut dimenangkan oleh Imran selaku penggugat. Ia yakin tanah tersebut milik orang tuanya. “Kami tidak membiarkan tanah kami diambil oleh orang lain sebab tanah tersebut milik orang tua kami dan bukan milik orang lain,” kata Zarwani di depan petugas eksekusi.

Upaya eksekusi atas perkara sengketa tanah yang dimenangkan Imran selaku penggugat dan almarhum Razali sebagai tergugat, sebelumnya telah dilakukan, namun gagal. Upaya eksekusi kemarin merupakan yang kedua kalinya dilakukan pengadilan, namun juga berakhir gagal.

Ketua Pengadilan Negeri Calang Sayed Kadhimsyah SH mengatakan pihaknya akan menjadwalkan kembali upaya eksekusi sejauh tidak ada perkara baru dalam kasus tersebut. “Eksekusi tetap akan kita lanjutkan lagi nanti, setelah adanya permohonan dari penggugat.

Keributan yang terjadi pada saat eksekusi itu merupakan hal yang biasa, jadi tidak ada masalah,” ujarnya kepada Serambi Serambi, Kamis (7/4). Ia menambahkan pihaknya tidak memaksa kehendak dalam hal mengeksekusi tanah tersebut. Sehingga tim eksekusi memilih mundur untuk menghindari terjadi bentrokan. (sumber serambi). (c45)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.